Aspek kepemimpinan dalam menjalankan sistem manajemen keselamatan kerja, sangat penting yang menjadi salah satu kunci berjalannya sistem yang sudah ditetapkan. Bahkan dapat dikatakan tanpa adanya kepemimpinan, sistem manajemen keselamatan kerja hanya sebuah sistem yang tidak berjalan, dimana semua pekerjaan hanya sekedar memenuhi persyaratan yang sudah menjadi pedoman, yang berakibat penerapan keselamatan kerja tidak tercapai sesuai aturan yang berlaku, bahkan akan jauh menyimpag.

Perilaku kepemimpinan K3 disetiap perusahaan, biasanya akan contoh oleh teamnya. Hal ini diharapkan seorang pemimpin memberikan contoh yang mampu membawa perubahan lebih baik dan menjadi teladan untuk teamnya.

Dalam kesempatan kali ini ada tiga teori/model kepemimpinan K3 yang bisa kita diskusikan bersama, antara lain :

  • Model Kepemimpinan “Situational Leadership” by Ken Blanchard – Amerika
  • Model Kepemimpinan K3 “3 Aspects of Effective Health & Safety Leadership” by QNJAC – Inggris
  • Model Kepemimpinan “K3 Nusantara” by Ki HD – Indonesia

Model kepemimpinan “Situational Leadership” by Ken Blanchard – Amerika ini berprinsip bahwa tidak ada satu pun gaya kepemimpinan “terbaik”. Hal ini mencirikan gaya kepemimpnan dalam perilaku tugas dan hubungan yang diberikan kepada pengikunya, dimana ada empat gaya perilaku yang mereka beri nama S1 sampai S4.

  1. S1 dapat disebut dengan “Directing”, dimana jenis kepemimpinan ini yang terlihat memiliki sifat menganalisa yang baik, dimana pemimpin akan memutuskan keputusannya sendiri
  2. S2 dapat disebut dengan “Coaching”, jenis kekepemimpinan ini memiliki sifat analisa dan keterampilan yang baik. Dalam melakukan konribusi kepemimpinan ini mudah menerima masukan dari anak buahnya.
  3. S3 dapat disebut dengan “Supporting”, jenis kepemimpinan ini mimiliki keterampila yang baik, lemah dalam menganalisa, pemimpin berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tetapi sebagian besar keputusan dibuat oleh tim
  4. S4 dapat disebut dengan “Delegatig”, jenis kepemimpinan ini memiliki sifat lemah dalam menganalisa dan keterampilan. Hal ini yang menjadikan dalam memberikan arahan dan bimbingan minimal lebih mementingkan penglihatan daripada pengawasan hari ke hari.

Model Kepemimpinan K3 “3 Aspects of Effective Health & Safety Leadership” by QNJAC – Inggris, memiliki 3 peran yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin, anatara lain:

  1. Kepemimpinan terlihat,

Tipe kepemimpinan ini dalam aplikasinya selalu berpartisipasi dalam memberikan arahan untuk memberikan keputusan dalam menjalankan tugas yang diemban

  1. Kepemimpinan terlibat,

Tipe kepemimpinan ini memiliki peran untuk terlibat secara langsung dalam menjalankan tugas yang telah diemban

  1. Kepemimpinan bersama

Tipe kepemim ini memiliki peran untuk mendorong teamnya dalam bersama menjalankan tugas yang diemban.

Model Kepemimpinan “K3 Nusantara” by Ki Hajar Dewantara – Indonesia, dengan bahasa sansekerta yang paling dikenalnya adalah “Ing Ngarso Suntulodo, Ing madya Mangun Karsa, Tutwuri Handa Yani”, yang memiliki makna didepan memberikan contoh, ditengah akan mebangun bersama, dan dibelakang memberikan daya, semangat dan dorongan untuk maju bersama.

Pada kepemimpinan K3 Nusantara, seorang pemimpin akan memberikan teladan kepada teamnya. Dimana saat teamnya tidak mengerti, maka ia akan memimpin didepan dengan memberikan pengetahuan dan memberikan arahan dalam menjalankan tugas. Sedangkan saat team yang dipimpinnya sudah mengerti maka, seorang pemimpin akan bekerja sama dan ikut berkontribusi. Dan saat team yang dibangun sudah mengerti serta kemandirian dalam menjalankan tugas, seorang pemimpin akan mendukung dengan meberikan kepercayaan dalam menjalankan tugas bersama.

Dari ketiga model kepemimpianan yang ada mana yang akan menjadi pedoman kita?

Nantikan penjelasan lebih detail di seminar K3 nasional Holistic Safety Leadership coaching.