DASAR-DASAR TIORI/MODEL

KECELAKAAN, KESELAMATAN DAN KEPEMIMPINAN

 

Umumnya manusia atau tenaga kerja masih banyak yang belum sepenuhnya memahami dan mengerti permasalahan kecelakaan, keselamatan dan kepemimpinan dalam pekerjaan dan usahanya diorganisasi perusahaan baik produk dan jasa.

Perlu diketahui bahwa dimana saja kita melakukan kegiatan secara langsung maupun tidak langsung terdapat risiko akan terjadi yang dapat menjadi kecelakaan, yang tidak diharapkan dalam kehidupannya maupun saat di tempat kerja.

Sebelum jauh kedepan, perlu diketahui dahulu definisi dari yang akan dibahas agar dapat lebih dipahami yang akan dijelaskan yaitu :

  1. “Kecelakaan” adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan dan dalam waktu tidak diketahui yang mengakibatkan kerugian.
  2. “Keselamatan” mengacu undang-undang nomor 1 tahun 1970 tentang Kecelakaan Kerja adalah Upaya atau pemikiran dalam penerapan sesuatu yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja

“Keselamatan” menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja  adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

  1. “Kepemimpinan” adalah kemampuan proses mempengaruhi orang lain secara sukarela dalam upaya mencapai tujuan safety organisasi

Agar kecelakaan tidak terjadi, maka para pekerja harus mampu untuk mengetahui untuk mengidentifikasi potensi bahaya dari setiap kegiatan/langkah kerja karena potensi bahaya tersebut tidak diharapkan terjadi yang mengakibatkan kerugian.

Melihat potensi bahaya hasil identifikasi kegiatan pada masing-masing langkah tersebut menurut tiori Domino yang diprakasai oleh Hubert William Hendrich dari Amaerika pada tahun 1920 yang merupakan model tiori kecelakaan pertama di dunia.

Perlu diketahui bahwa penyebab kecelakaan tiori Domino ini terdapat 3 (tiga) penyebab yaitu ;

  1. Pada Kartu domino pertama merupakan akar penyebabnya adalah dengan tidak dipatuhinya program-program operasional dalam kegiatan atau langkah-langkah usaha dan tidak mengikuti standar-standar serta tidak patuh akan peraturan perundang maupun prosural.
  2. Penyebab dasar adalah faktor dari individu atau perorangan pekerja itu sendiri dan faktor-faktor lainnya seperti lingkungan, kondisi tempat kerja, peralatan atau perkakas lain
  3. Penyebab langsung adalah penyebab akibat perilaku atau perbuatan tidak aman (un-seve ask) dan tau Kondisi yang tidak aman (un-save condition)

Sesuangguhnya penyebab kecelakaan dari tiori  model Domino sepertinya terlihat dominan seolah-olah “Manusia” namun kita pahami tiori kedua yang akan kita bahas selanjutnya yaitu tiori atau model “Swiss Cheese”

Tiori model “Swiss Cheese” (Keju Swiss) yang diperkenalkan oleh Jemes Reason dari inggris pada tahun 1967 seperti diketahui potensi bahaya yang telah teridentifikasi pada proses saat berkerja maupun lingkungan tempat kerja, hal ini biasa diseput A Risk Management Proses.

Sebagaimana diketahui bahwa model Swiss Cheese ini keju itu adanya pori-porinya berupa lubang-lubang dan jika ini berlapis-lapis penjelasan merupakan tahapan seperti pada gambar dibawah ini;

Tiori model kecelakaan dengan konsep “Tameng K3 Nusantar yang diperkenalkan Coach Eddy dari Indonesia tahun 2010 an

Ingin lebih tahu tentang teori/model ini ? Dapatkan penjelasannya di Acara Seminar K3 “Holistic Safety Leadership Coaching” (versi Online tgl7 maret 2020 atau versi Offline tgl 4 Juni 2020 di Jakarta Design Centre).

Setelah kita memahami hal-hal tersebut diatas, selanjut kita untuk dapat memahami konsep keselamatan, seperti  di definisi keselamatan yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Tiori-tiori model yang dapat dipakai yang pertama, adalah prinsip manajemen Plan, Do, Check, Action (P.D.C.A) yang diperkenalkan oleh Jack Benton dari Amerika, model ini juga direferensi juga SMK3 di Indonesia dan system manajemen lain seperti ISO serta lainnya.

Kedua Model Keselamatan “S.A.F.E.T.Y” yang diperkenalkan oleh Debbie Jeremiah The Academy of Brain Based Leadership (BBL). Apakah Ada yang pernah mengenal Model Keselamatan berbasis 6 Karakter ini?

Jeremiah berkeyakinan bahwa degan menerapkan 6 Karakter ini maka Kinerja K3 di tempat kerja/perusahaan/organisasi kita dapat ditingkatkan. Apa saja 6 karekter tersebut adalah;       1. Security (Keamanan), 2 Autonomy (Kemandirian), 3. Fairness (Keadilan), 4. Esteem (Menghargai), 5. Trust (Kepercayaan) dan 6. You (Kamu).

Model ketiga keselamatan Rumah K3 Nusantara yang Ingin lebih tahu tentang Model dari Indonesia ini ? Dapatkan penjelasannya di Acara Seminar K3 “Holistic Safety Leadership Coaching” (versi Online tgl 31 Maret 2020 atau versi Offline tgl 4 Juni 2020 di Jakarta Design Centre).

Agar penataan dan mengelola potensi bahaya yang menggunakan system seperti model keselamatan tersebut akan dapat terlaksana dengan baik sangat dipengaruhi juga oleh model tiori yang digunakan untuk kepemimpinan dalam struktur organisasi juga seperti pada model tiori “Situational Leadership” by Ken Blanchard – Amerika untuk membentuk atau mengetahui pada posisi dimana kuadran mana dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Model Kepemimpinan K3 “3 Aspects of EHS Leadership” by QNJAC – Inggris  dan  Model Kepemimpinan “Versi Nusantara” by Ki H. Dewantara – Indonesia akan dijelaskan lebih lanjut pada di Acara Seminar K3 “Holistic Safety Leadership Coaching” (versi Online tgl 7 April Maret 2020 atau versi Offline tgl 4 Juni 2020 di Jakarta Design Centre). refdimadef